Sabtu, 13 September 2008

BILA BUNGA MELATI TAK LAGI MENEBAR WANGI

BILA BUNGA MELATI TAK LAGI MENEBAR WANGI
Langit merentang bebas
Tidak berjendela dari waktu ke waktu
Hingga tidak pernah di tutup dan dibuka
Di sana bergantung berjuta-juta mimpi
Di sana bunga-bunga melati menjilati mimpi

Aku adalah tamu bagi kerinduanmu
Tamu yang datang dengan berjalan
Berjalan di atas kerikil duka yang luka
Aku datang mencari cintaku
Cinta yang mulai hilang entah ke mana?
Jalan kecil yang berliku-liku
Milik mimpiku dulu
Terus naik untuk menggapai impian
Jalan yang becek seperti........
Pipi ku menghadirkan genangan

Genangan demi genangan
Memberi perangkap pada mimpi yang sakit
Yang kau pilih kan untukku
Dan menjebak ku pada mata rantai kehidupan
Lalu mati harapan
Kini.........
Aku tau seberapa besar kesetiaan mu
Begitu temporal dan situasional
Tidak jauh berbeda dengan gulali
Mengembang,membentuk istana awan yang kokoh
Indah dalam kemasan namun.......
Kau hanyalah rasa yang kehilangan bentuk

Ketika aku mendekati mimpiku yang sakit
Ber gelantunglah pengorbanan,obsesi,kesetiaan
Dan penantian yang tak punya jendela dan pintu
Tidak ada ketukan
Yang ada hanyalah kutukan darimu
Ingin aku berteriak
Mengatakan sesuatu padamu
Bahwa aku adalah tamu
Yang datang sia-sia pada mu
Mengisi sampai penuh rongga cintamu
Itu pun....bila kau masih
Menjaga keutuhan cinta mu
Kau adalah angin pengembara
Yang pernah melintas di hati ku
Mereguk wewangian bunga melati
Kau adalah angin yang pergi dan datang pada ku
Kini........
Ku tau cintaku seterang siang
Dan pada akhirnya kau pun pergi
Dan tak ada satu pun yang bisa mencegah mu
untuk mempertahankan cinta kita


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda