Langit merentang bebas Tidak berjendela dari waktu ke waktu Hingga tidak pernah di tutup dan dibuka Di sana bergantung berjuta-juta mimpi Di sana bunga-bunga melati menjilati mimpi
Aku adalah tamu bagi kerinduanmu Tamu yang datang dengan berjalan Berjalan di atas kerikil duka yang luka Aku datang mencari cintaku Cinta yang mulai hilang entah ke mana? Jalan kecil yang berliku-liku Milik mimpiku dulu Terus naik untuk menggapai impian Jalan yang becek seperti........ Pipi ku menghadirkan genangan Genangan demi genangan Memberi perangkap pada mimpi yang sakit Yang kau pilih kan untukku Dan menjebak ku pada mata rantai kehidupan Lalu mati harapan Kini......... Aku tau seberapa besar kesetiaan mu Begitu temporal dan situasional Tidak jauh berbeda dengan gulali Mengembang,membentuk istana awan yang kokoh Indah dalam kemasan namun....... Kau hanyalah rasa yang kehilangan bentuk Ketika aku mendekati mimpiku yang sakit Ber gelantunglah pengorbanan,obsesi,kesetiaan Dan penantian yang tak punya jendela dan pintu Tidak ada ketukan Yang ada hanyalah kutukan darimu Ingin aku berteriak Mengatakan sesuatu padamu Bahwa aku adalah tamu Yang datang sia-sia pada mu Mengisi sampai penuh rongga cintamu Itu pun....bila kau masih Menjaga keutuhan cinta mu Kau adalah angin pengembara Yang pernah melintas di hati ku Mereguk wewangian bunga melati Kau adalah angin yang pergi dan datang pada ku Kini........ Ku tau cintaku seterang siang Dan pada akhirnya kau pun pergi Dan tak ada satu pun yang bisa mencegah mu untuk mempertahankan cinta kita
|
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda