Sabtu, 13 September 2008

PUTRI SANG FAJAR

PUTRI SANG FAJAR
Matahari memancarkan sinarnya
Burung Mulai bernyanyi diantara dahan
Rumput rumput mulai menampakan tunasnya
Tercium aroma tanah yang disirami hujan
Riuk suara kebebasan bergema di setiap pelosok Nusantara

Sang putri pemberi jalan hanya bisa mengelus dada
Diantara sinar sang fajar yang lepas dari peraduan
Rasa bangga dan keikhlasan bersorak dalam rongga
terhapus rasa cinta dan sayang pada sang fajar
Yang terganti oleh kebebasan bumi untuk berpijak
diantara sabda alam dan riuh keangkuhan

Kini dia hanya bisa tertidur kaku
menyaksikan serta mendengarkan sebuah permainan
hiruk pikuk sebuah perjuangan hilang tanpa alas
pengabdian dan pengorbanan tak lagi disebutkan

putra putri pertiwi hanya mampu melihat
putra putri pertiwi hanya mampu mendengar
putra putri pertiwi hanya mampu menapak
adakah kisah mu yang mengerti hidupmu dulu?

karna sebuah cinta kau ciptakan sang fajar
yang mampu merenggut kebebasan dan keikhlasan
kini aku hanya mampu mengenang jasamu
aku tak mampu mengangkatmu

tak ada lagi yang peduli dengan istirahat terakhirmu
tempatmu hanya dilewati oleh angkot angkot binal
tak ada lagi yang mau mengenangmu
inikah balasan untukmu ?

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda