Matahari memancarkan sinarnya Burung Mulai bernyanyi diantara dahan Rumput rumput mulai menampakan tunasnya Tercium aroma tanah yang disirami hujan Riuk suara kebebasan bergema di setiap pelosok Nusantara
Sang putri pemberi jalan hanya bisa mengelus dada Diantara sinar sang fajar yang lepas dari peraduan Rasa bangga dan keikhlasan bersorak dalam rongga terhapus rasa cinta dan sayang pada sang fajar Yang terganti oleh kebebasan bumi untuk berpijak diantara sabda alam dan riuh keangkuhan
Kini dia hanya bisa tertidur kaku menyaksikan serta mendengarkan sebuah permainan hiruk pikuk sebuah perjuangan hilang tanpa alas pengabdian dan pengorbanan tak lagi disebutkan
putra putri pertiwi hanya mampu melihat putra putri pertiwi hanya mampu mendengar putra putri pertiwi hanya mampu menapak adakah kisah mu yang mengerti hidupmu dulu?
karna sebuah cinta kau ciptakan sang fajar yang mampu merenggut kebebasan dan keikhlasan kini aku hanya mampu mengenang jasamu aku tak mampu mengangkatmu
tak ada lagi yang peduli dengan istirahat terakhirmu tempatmu hanya dilewati oleh angkot angkot binal tak ada lagi yang mau mengenangmu inikah balasan untukmu ?
|
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda